Lompat ke isi utama

Berita

DORONG PEMILU BERKUALITAS, BAWASLU BATENG UNGKAP KETIDAKAKURATAN DATA DAN AJUKAN SARPER KE KPU

Pleno PDPB TW IV 2025

Rapat Pleno Rekapitulasi PDPB Triwulan IV Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2025

Dorong Pemilu Berkualitas, Bawaslu Bateng Ungkap Ketidakakuratan Data dan Ajukan Sarper ke KPU

BAWASLUBATENG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menemukan ketidakakuratan data pemilih melalui uji petik pengawasan Pemutahiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) triwulan keempat. Sebanyak 336 data pemilih yang perlu divalidasi tersebut yakni pemilih meninggal dunia 222 pemilih, pindah keluar 76 pemilih dan pindah datang 38 pemilih. Dari data itu, telah disampaikan saran perbaikan (Sarper) terkhusus data pemilih meninggal dunia kepada KPU Bangka Tengah, Senin (8/12/2025).

“Dari data diatas, sebanyak 222 data pemilih telah meninggal dunia sebagai saran perbaikan. Saran perbaikan ini diajukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan untuk memastikan keakuratan data pemilih pada masa non tahapan,” ujar Ketua Bawaslu Bateng, Marhaendra Yuliansyah.

Dikatakannya, penyampaian data pemilih yang meninggal dunia tersebut merupakan bentuk komitmen Bawaslu dalam menjaga kualitas daftar pemilih. 
“Bawaslu Bateng terus memastikan bahwa proses pemutakhiran data pemilih berjalan akurat dan akuntabel. Penyampaian 222 data pemilih yang telah meninggal dunia ini merupakan hasil pengawasan kami di lapangan agar daftar pemilih semakin bersih dan valid sebagai dasar penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Bateng, Muhammad Tamimi mengatakan sebelumnya dalam pengawasan yang dilakukan dengan berkoordinasi kepada pihak terkait Bawaslu Bateng juga menemukan adanya pemilih yang pindah datang dan pindah keluar. 
"Dari hasil pengawasan yang dilakukan terdapat pemilih yang pindah datang sebanyak 38 pemilih dan pindah keluar sebanyak 76 pemilih ," ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara Bawaslu, KPU, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga integritas data pemilih. 
“Melalui pengawasan berkala dan perbaikan berkelanjutan, diharapkan daftar pemilih dapat tersusun dengan lebih valid dan tepat sasaran guna mendukung terselenggaranya Pemilu yang jujur dan adil,” tukasnya. (Humas).

Penulis dan Foto: Riduwan 

Editor: Dedy Gustyanto